Andrypen's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Hardisk Multi Distro

Posted by ANDRY pada Juli 19, 2008

Harddisk Multi Distro
Menggunakan banyak SO dalam satu harddisk, misalnya ada Linux RedHat, Linux SuSE, Linux Mandrake dan bahkan ada Microsotf Windows jika perlu dapat dilakukan. Kalimat Siapa Takut itu artinya jangan ragu-ragu, takut untuk belajar suatu hal yang menurut anda baru. Biasanya jika kita mempunyai harddisk lebih dari satu, misalnya 3 buah harddisk maka ada kecenderungan untuk menginstal SO (sistem operasi) yang berbeda dengan satu tujuan untuk belajar memahami kelebihan dan kekurangan SO tersebut. Sebenarnya pekerjaan ini bisa dikatakan kurang efesien, berikut ini ada sedikit tips yang mungkin dapat membantu anda sehingga cukup satu harddisk saja yang difungsikan sedangkan harddisk lain dapat dijadikan sebagai backup data-data saja.
Harddisk Multi Distro
Menggunakan banyak SO dalam satu harddisk, misalnya ada Linux RedHat, Linux SuSE, Linux Mandrake dan bahkan ada Microsotf Windows jika perlu dapat dilakukan. Kalimat Siapa Takut itu artinya jangan ragu-ragu, takut untuk belajar suatu hal yang menurut anda baru. Biasanya jika kita mempunyai harddisk lebih dari satu, misalnya 3 buah harddisk maka ada kecenderungan untuk menginstal SO (sistem operasi) yang berbeda dengan satu tujuan untuk belajar memahami kelebihan dan kekurangan SO tersebut. Sebenarnya pekerjaan ini bisa dikatakan kurang efesien, berikut ini ada sedikit tips yang mungkin dapat membantu anda sehingga cukup satu harddisk saja yang difungsikan sedangkan harddisk lain dapat dijadikan sebagai backup data-data saja.


Dalam terminologi DOS / Microsotf Windows, pembacaan partisi harddisk yang diasosiasikan dengan simbol huruf tertentu, biasa di mulai dari huruf C untuk harddisk pertama, D untuk harddisk kedua dan seterusnya diasumsikan anda mempunyai lebih dari satu harddisk. Dengan konsep yang sama, juga terjadi pada satu harddisk tetapi banyak partisi yang diasosiasikan dengan simbol C, D dan seterusnya. Sebenarnya metode ini sangat membingungkan, bagaimana kita mengetahui bahwa harddisk yang berada dalam komputer terdiri dari satu, dua atau lebih harddisk tanpa membuka komputer tersebut. Lihat saja, semua partisi disimbolkan dengan huruf tanpa melihat jumlah harddisk.

Linux dan juga UNIX, semua device atau hardware di komputer dianggap sebagai sebuah direktori atau file file. File-file khusus yang merupakan simbol untuk semua device tersebut disimpan dalam direktori tertentu, misalnya /dev. Harddisk yang merupakan salah satu device tersebut disimbolkan ke dalam direktori /dev/hda. Jadi bila terdapat dua harddisk, harddisk pertama adalah /dev/hda dan harddisk kedua adalah /dev/hdb1. Jika masing-masing harddisk tersebut dibagi lagi menjadi 3 partisi, maka terdapat partisi /dev/hda1, /dev/hda2, /dev/hda3 dan /dev/hdb1, /dev/hdb2, /dev/hdb3. Penerapan konsep ini menjadikan kita memahami keberadaan jumlah harddisk atau partisi harddisk dalam sistem dan juga mempermudah kita untuk menempatkan banyak SO dalam satu harddisk.

Dasarnya Linux terbagi atas dua partisi utama, yaitu partisi native (Linux native) dan partisi swap (Linux Swap). Linux native difungsikan sebagai sebuah filesystem di mana semua program, file, data dan sebagainya terletak di situ. Sedangkan Linux swap difungsikan sebagai sebuah virtual memory (memory bayangan) untuk membantu memory sesungguhnya yang diambil dari sebagian ruang harddisk. Ukuran Linux swap biasa dua kali ukuran memory sesungguhnya, misalnya saya mempunyai RAM 128 MB maka Linux swap 256 MB.

Prosedur Pembuatan

1. Rencana pembagian ruang harddisk (partisi harddisk)

Diasumsikan kita akan menempatkan 3 buah SO seperti Linux SuSE 7.1, Linux RedHat 7.3 dan Linux Mandrake 8.0. Untuk mempermudah, tentukan berapa jumlah kapasitas harddisk yang diperlukan masing-masing distribusi. Misalnya harddisk dengan kapasitas 10 GB akan dibagi-bagi partisi (Linux native) masing-masing adalah Linux SuSE 7.1 sebesar 3.0 GB, Linux RedHat sebesar 3.2 GB, dan Linux Mandrake sebesar 3.5 GB. Sisanya sebesar 300 MB akan dijadikan sebagai partisi swap. Selain Linux native dan Linux swap, partisi di bagi lagi menjadi partisi primer dan extented. Partisi primer maksimal tiga partisi dimulai dari partisi pertama /dev/hda1, kedua /dev/hda1 dan ketiga /dev/hda3. Sedangkan partisi selanjutnya /dev/hda4 disebut sebagai partisi extended yang dapat dibagi-bagi lagi menjadi beberapa partisi tanpa batas, dimulai partisi /dev/hda5, kedua /dev/hda6 dan seterusnya.

Pembagian partisi terlihat seperti pada gambar di bawah ini : / hda1

Linux SuSE

3.0 GB

hda2

swap

300 MB

/ hda3

Linux RedHat

3.2 GB

/ hda5

Linux Mandrake

3.5 GB

Harddisk 10 GB (hda)

Partisi Primer

Partisi Extended / hda4

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: